Hari Sabtu tanggal 26 Januari lalu seorang teman mengajak saya keluar main bilyard ke ‘AJBS’, saat itu waktu menunjukkan pukul 19.00 ketika kami tiba di bilyard. Tak lama setelah kami memesan minuman dan kami sedang asyik main, datanglah dua orang makhluk berjenis cowok yang dengan pede-nya menampangkan ‘fiesta’di hadapan kami. Aku dan kawanku yang kebetulan pria sukses dibuat malu dengan tindakan 2 cowok tadi. Yang lebih malu lagi nih, cowok-cowok yang mengaku dari ‘LSM REMAJA PEDULI HIV’ menawarkan sebungkus ‘fiesta’ sambil ngomong ,”Pakai ini saja mas,kalau sudah ngebet gak perlu khawatir lagi!”. Aku dan temenku kontan menjerit ,”Kami masih pelajar!” Mendengar omongan kayak gitu dia malah ketawa ,”Kebetulan nih, mau aku ajarin cara pake-nya?” Aku dan kawanku langsung ngeloyor pergi lama2 males juga ngeladenin orang kayak gitu.
Gila yah, meskipun hari udah malam tetep aja peredaran kondom seharusnya gak boleh sebebas itu. Di ‘AJBS’ kalau malam, apalagi malam Minggu banyak pelajar yang nongkrong di sana, jadi kalau pengurus LSM mensosialisasikan pemakaian kondom untuk mencegah penyebaran virus HIV saya sangat tidak tepat, apalagi disosialisasikan pada pengunjung yang datang berpasangan. Hal itu saya rasa malah menambah jumlah orang yang akan melakukan kegiatan intim luar nikah. Intinya, penyebaran kondom pada masyarakat hendaknya diperhatikan tempatnya. Meskipun di bagikan pada malam hari, tapi di tempat yang pengunjungnya mayoritas muda-mudi yang lagi kasmaran, tetep aja tujuan awal yang niat mengurangi penderita HIV/AIDS malah mungkin menambah jumlah penderita.














